Belajar Fashion Design di Jakarta

Sering diantara kita menjadi ragu mau belajar fashion design, mengapa? Ada yang merasa tidak punya bakat gambar, ada yang merasa umurnya sudah lanjut. Ada juga yang meragukan dirinya tidak mempunyai kemampuan “apa saya bisa?”

Kemampuan sebenarnya adalah kesungguhan mau menjadi fashion designer yang kita impikan. Namun sering kita tidak tahu dari mana mulainya atau harus belajarnya dengan siapa, dengan desainer top? tapi apa mereka punya waktu membimbing kita? Pergi ke negara-negara yang dunia fashionnya hebat, tentu biayanya lumayan banyak.

Kalau kamu-kamu mau tahu dari mana mulainya belajar design fashion, secara mudah kamu-kamu bisa datang ke Phalie Studio yang ada di lokasi kelapa gading Jakarta. Di sana kamu bisa ketemu komunitas yang memang sedang belajar fashion design.

Bahkan bagi kamu-kamu yang belum selesai SMU juga bisa belajar di sini, untuk membuat portofolio melanjutkan ke perguruan tinggi fashion design.

Phalie Studio merupakan tempat yang bisa menjadi awal kamu-kamu mulai belajar fashion designer, mulai belajar gambar, mendesign, belajar teori warna. Juga kamu-kamu akan diajari memproduksi busana dengan belajar pola dan jahit.

Di studio ini kamu-kamu akan didorong menjadi seorang fashion designer yang profesional. Melalui forum workshop yang secara rutin diadakan. Misalnya workshop mengenai tekstil, juga mengenai bagaimana bisnis fashion melalui e-commerce, bahkan Phalie Studio juga mengadakan workshop bagaimana kamu-kamu mau menulis blog untuk dunia fashion Indonesia.

Kalau pemerintah Indonesia sudah menetapkan tahun 2020 sebagai Pusat Mode Muslim, tentu mempersiapkan diri, belajar fashion design tentulah hal yang sudah mesti dipikirkan. Kalau kamu tidak mau ketinggalan. Tempat dan kesempatan sudah ada, apalagi yang mesti dilakukan?

Tentu belajar dan belajar adalah solusi yang paling ok.

Bukan Hanya Belajar Fashion Design

Ketika seseorang ingin menjadi disainer fashion, apakah ia harus belajar fashion design secara formal? Artinya belajar di tempat kursus atau masuk akademi fashion design. Kenyataan di dunia fashion sering kita temukan para disainer fashion yang otodidak, belajar sendiri.

Sebetulnya menjadi disainer fashion bukan hanya belajar fashion design saja. Namun tempat belajar hendaknya menjadi pertimbangan yang sungguh-sungguh, tentu tidak cukup hanya sekedar nama terkenal dan populer.

Karena disainer itu merupakan profesi individual yang harus memiliki karakter khusus, jadi pembimbingan belajarnya tentulah secara individual juga.

Phalie Studio sebagai tempat belajar fashion design, juga merupakan tempat workshop anda dengan dunia fashion. Program-program yang sudah disiapkan untuk anda tentulah sudah disesuaikan dengan tuntutan dunia fashion sekarang, misalnya seorang disainer harus memiliki:

Kemampuan gambar yang bagus, mengenal warna, mengerti serat/tekstil, illustrasi fashion, Fashion Design, Pola, dan Jahit, serta industry fashionnya.

Kami juga menyadari setelah siswa selesai belajar di Phalie Studio, apa yang bisa dilakukan di dunia bisnis fashion? Tentu selain diajarkan bagaimana produksi dari disain sampai realisasi desainnya menjadi pakaian jadi, sudah sejak tahun 2012 sampai sekarang Phalie Studio mendorong dan mendampingi para siswa Phalie Studio untuk mepresentasikan kreasinya di forum-forum bisnis fashion, seperti di Jakarta Creativ Week dan Indonesia Fashion Week menjadi ajang belajar produksi sesuai dengan standar industry fashion.

Jadi jika Anda belajar di Phalie Studio bukan hanya belajar fashion design saja, namun sejak awal sudah disiapkan menjadi seorang interprener industry fashion secara bertahap dan berkesinambungan.

Jangan sampai anda membuang waktu terlalu lama, untuk program fashion design 1 hanya sekitar 3 bulan saja.

Untuk keterangan lebih lengkapnya hubungi: 021 9298 3700

Belajar + Fashion Design = Fashion Label

Melihat Alumni Phalie Studio Yang Sudah Punya ‘Brand’ Sendiri

Belajar fashion design di Jakarta tentulah menyenangkan. Apalagi itu merupakan mimpi kita sejak lama. Mewujudkannya sering kali tidak mudah, itu memerlukan berbagai faktor yang mendukung, kemauan saja tentulah belum cukup. Tempat belajar fashion design yang keren saja juga belum cukup, karena kita membutuhkan tempat yang tidak hanya memberikan pengetahuan designnya saja namun juga kemampuan merealisasikan design kita menjadi karya yang nyata.

Untuk itu kita butuh suatu tempat workshop yang mampu mengantarkan kita ke dunia fashion yang kreatif, yang nyata, yang mampu memahami dunia industri fashion di Indonesia.

Kalau anda mengikuti perkembangan peserta didik di Phalie Studio yang sedang belajar Program Fashion Design, maka anda akan melihat perkembangan mereka begitu cepat dan secara elegan mampu terjun ke dunia fashion Indonesia secara mantap. Kenapa bisa demikian?
Karena suasana belajar di Phalie Studio sangat komunikatif, kerja sama antar peserta didik sudah dianjurkan sejak awal. Saling bantu, membangun sinergi kebersamaan, saling dukung sesama calon disainer. Hasilnya menggembirakan. Lihatlah pada forum Indonesia Fashion Weeks 2012 dan Indonesia Fashion Weeks 2013, mereka mampu berkreasi maksimal dan tampil meluncurkan ‘brand’ nya masing-masing.

fashion show

Pilihlah tempat belajar fashion design yang bisa dijadikan tempat mulainya anda mewujudkan cita-citamu yang bersedia menjadi pendorong dan membangun bersama kamu mewujudkan gagasan kreatif dalam dunia fashion.

Bahkan bisa kamu jadikan tempat berdialog, sharing, dan membangun bisnis fashion kamu. Semua bisa kamu wujudkan, lihatlah misalnya Nurul dengan label NRL yang baru diluncurkan di Indonesian Islamic Fashion Fair 2013. Begitu juga Lia dengan label: AI Batik, Devi dengan label: E.N.G.J.E.L.L dan Marisa dengan label: Cloche, pada acara Indonesia Fashion Weeks 2013.

Ai batikNRL cloche

Urutan kiri ke kanan: Ai Batik by Novalia, NRL by Nurul, dan Cloche by Marisa

Semua bisa mewujudkan mimpinya asal tahu kapan mulainya. Jangan tunda lagi wujudkan mimpi-mimpi kamu bersama Phalie Studio.  Devi, Marisa, dan Nurul serta Lia, juga peserta yang lainnya sudah menyelesaikan Program Fashion Design, dan mereka sudah mulai meluncurkan labelnya. Ayo kamu kapan?

spotlight

Spotlight by Imelda & Ivana

Siapa sebenarnya Tex Saverio?

“He came to me around two years ago. He used to be an ignorant student who submitted his assignments just seconds before the deadlines. Now, he’s a far more serious young man. I’ve witnessed the change in his motivation,” Patricia said. (The Jakarta Post, Jakarta | Sun, 10/09/2005)

Nama Tex Saverio memang belum banyak dikenal, namun busananya dalam dunia fashion sudah menarik banyak perhatian para pemerhati mode. Berkat keahlian dan karyanya yang menakjubkan, Rio, demikian panggilannya, sempat tampil pada acara ‘Dewi Fashion Knight’ dalam rangkaian pagelaran Jakarta Fashion Week 2010 karena dianggap sebagai desainer yang mewakili semangat masa kini dan memiliki visi yang turut membentuk masa depan mode Indonesia.

Tiba-tiba nama Tex Saverio menjadi perbincangan ramai di dunia maya. Salah satu koleksi gaun musim semi 2011-nya yang pernah ditampilkan di Jakarta Fashion Week, La Glacon, mendadak muncul di Harper’s Bazaar AS. Lebih hebat lagi, sosok yang mengenakan La Glacon adalah penyanyi top dunia, Lady GaGa. Tak pelak lagi, pujian dialamatkan kepada desainer muda kelahiran 1984 itu.  Siapa sebenarnya Tex Saverio?

Tex Saverio adalah remaja yang kala itu masih duduk di bangku SMU, yang sudah berani memilih jalur fashion design sebagai minatnya untuk berkreasi, sampai dia memutuskan meninggalkan sekolahnya, suatu keputusan berani. Sebagai remaja yang hidup di kota Jakarta Rio terlihat santai, fun dan tanpa beban.  Ketika Tex Saverio belajar Fashion Design di Phalie Studio School of Art & Design sama dengan teman lainnya, tidak mengerti dunia fashion seperti biasanya siswa yang baru masuk di kelas fashion design dan yang membuat Rio mengalami perkembangan di dunia fashion adalah, ia mau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Tahun 2003 setelah selesai Tingkat Fashion Design II di Phalie Studio School of Art & Design, Rio dianjurkan untuk ikut Lomba Desain Busana & Aksesori Desainer Muda 2003 yang diselenggarakan majalah Dewi bersama teman-teman sekelasnya, Caryn Widjaja, Yully Kumala dan Jessica Darmawan. Rio bersama 3 temannya dari Phalie Studio  berhasil menjadi finalis lomba tersebut.

Namun siapa sangka, pemuda 26 tahun yang akrab disapa Rio itu ternyata tidak menamatkan bangku sekolahnya. Ia memilih keluar dari sekolah, agar bisa lebih cepat memulai karirnya di dunia mode. Tahun 2005 Rio memenangkan penghargaan Mercedes-Benz Asia Fashion Award, ketika ia baru berumur 21 tahun.

Kini, La Glacon menjadi buah bibir di dunia mode internasional. Indonesia boleh berbangga karena salah satu busana hasil karya desainer kelahiran Jakarta 1984, Tex Saverio dikenakan oleh Lady Gaga dalam pemotretan majalah Harper’s Bazaar Amerika edisi Mei 2011. (F)

Fashion Show Seorang Alumni Phalie Studio.

” Saya terinspirasi courtesan yang ada di film Moulin Rounge. Saya ingin menunjukkan sensualitas tubuh wanita melalui permainan korset yang memberi efek pinggang kecil serta potongan yang dramatis. Tapi tentunya tanpa bling-bling, ya !” begitu Tex Saverio menyampaikan gagasannya menjelang fashion shownya di Upper Room Jakarta tanggal 22 Juli 2010.

Tex Saverio adalah alumni Phalie Studio yang sudah masuk ke dunia profesional fashion design Indonesia, ini dibuktikan telah beberapa kali tampil dalam peragaan fashion, seperti di Upper Room Jakarta dan ia juga akan tampil lagi di  DEWI FASHION KNIGHT 2010 JAKARTA FASHION WEEK sekitar 12 November 2010.

Belajar Fashion Design bukan hanya untuk kesenangan saja tapi juga bisa menjadikannya profesional, dengan demikian mengikuti perkembangan gaya hidup sudah menjadi kebutuhan seorang profesional.